Tag Archives: Helmy Faishal

11
Apr

Ngobrol Santai Dengan Salah Satu Warga Papua

Ngobrol Santai Dengan Salah Satu Warga Papua

Ini yang selalu saya sempatkan saat mengisi acara atau berkunjung ke daerah tertinggal dengan menjaring aspirasi warga melalui ngobrol santai. Obrolan seperti ini yang justru saya nikmati, karena terkadang diselingi guyonan-guyonan khas yang menghangatkan suasana.

Share Button
10
Apr

Kopi Dari Kabupaten Bener Meriah Aceh

Ini salah satu kopi oleh-oleh saat kunjungan saya ke Bener Meriah Aceh, kopi yang Anda lihat ini menurut saya adalah kopi paling enak di dunia. Saya sendiri termasuk orang yang suka mengumpulkan kopi-kopi dari seluruh penjuru nusantara. Nah, kopi dari Bener Meriah ini salah satu kopi favorit saya.

Maka, janganlah heran, di Bener Meriah, sepanjang mata memandang, sepanjang kawasan gunung dan bukit, hanya ada satu komoditi andalan, yakni kopi dan kopi. Sejarah kopi di Bener Meriah, berusia ratusan tahun lebih sejak diintroduksi Belanda pertama sekali. Continue reading “Kopi Dari Kabupaten Bener Meriah Aceh” »

Share Button
10
Apr

Dinamika Kaum Muda; IPNU dan Tantangan Masa Depan

Dinamika Kaum Muda; IPNU dan Tantangan Masa DepanBuku ini ibarat gado-gado, di dalamnya terdiri dari banyak unsur yang satu sama lain saling melengkapi untuk kemudian secara sinergis membangun rasa. Karenanya, mengukur takaran kualitas buku ini sesungguhnya tidaklah dapat dengan membaca sepotong-sepotong, karena dalam buku ini ada beberapa tulisan yang membongkar dari berbagai aspek, baik dari aspek situasi global oleh Jend. TNI (Pur) Edi Sudrajat, aspek kepemimpinan dalam Islam melalui tulisan KH. Ilyas Ruchiyat sampai pada aspek sensifitas kaum muda oleh Alm. KH. Abdurrahman Wahid.

Dari awal sampai akhir, buku ini memang banyak membongkar dinamika yang berkembang di IPNU. Akan tetapi, jika melihat IPNU dalam aspek kaum muda NU, maka sedikit banyak buku ini sesungguhnya merupakan representasi dari diskursus tentang kaum muda NU pada umumnya. Baik yang berada dalam badan otonom NU lainnya seperti IPPNU, Fatayat NU, GP Ansor atau bahkan PMII. Continue reading “Dinamika Kaum Muda; IPNU dan Tantangan Masa Depan” »

Share Button
10
Apr

Di kampung halamanku, Cirebon

Lagu dari daerah Ambon berjudul Sio Mama ini adalah ciptaan Melky Goeslaw

Share Button
10
Apr

Bentuk Final NKRI

Bentuk Final NKRI“Semakin mumpuni pemahaman keagamaan seseorang, semakin tinggi cintanya dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan negaranya”

Buku berjudul “bentuk Final NKRI” ini merupakan buku saya yang menawarkan materi pembahasan yang syarat dengan substansi nasionalisme serta mengupas soal relasi Islam dan negara.  Banyak buku yang beredar mengulas nasionalisme, namun jarang sekali yang membedah asal muasal NKRI dengan dimensi sejarah keanekaragaman pemikiran yang dikorbankan demi terciptanya kesatuan yang utuh tanpa menciderai elemen-elemen yang terkecil dalam suatu bangsa atau kita kenal dengan kelompok minoritas. Continue reading “Bentuk Final NKRI” »

Share Button
10
Apr

Kembali ke Khittah Ekonomi Kerakyatan

Kembali ke Khittoh Ekonomi KerakyatanRasanya masih kikuk, untuk mengatakan bahwa saat ini banyak pemimpin kita yang mau memikirkan tentang desa. Kebanyakan pemimpin menganggap desa adalah komponen kedua setelah kota. Desa dianggap kelas nomor dua, tidak begitu penting, akibatnya pembangunan desapun terlupakan.

Salah satu indikator akan hal tersebut adalah sedikitnya buku atau hasil penelitian yang mendesain tentang pembangunan desa. Buku-buku dan penelitian yang ada saat ini, lebih menitikberatkan pada pembangunan dan penelitian tentang masyarakat modern, yaitu kaum kota. Keadaan demikian diperparah dengan adanya kecenderungan para sarjana putera daerah yang lebih merasa nyaman tinggal di kota. Mereka enggan kembali ke desanya. Continue reading “Kembali ke Khittah Ekonomi Kerakyatan” »

Share Button
10
Apr

Aku Dekat Engkau Dekat

Aku Dekat Engkau Dekat“Kalau masih bersatu dalam jiwamu tangis pilu karena penderitaan orang lain, maka engkau adalah saudaraku”

Buku saya yang berjudul “Aku Dekat Engkau Dekat” ini adalah bahasa ukir yang menjadi piranti antara yang mewakili dengan yang diwakili, sebuah bentuk pertanggungjawaban atas apa yang saya kerjakan ketika menjadi anggota DPR RI 2004-2009. Juga sebagai wujud dari cinta yang secara makro menjadi guide seorang politisi sebagai jembatan penghubung antara rakyat. Dalam frame politik, secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai cara seseorang untuk epicentrum kemaslahatan umat. Mengingat hanya cinta yang mampu membawa niat kembali ke jalan yang diridlohi. Continue reading “Aku Dekat Engkau Dekat” »

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2017 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi