• by Admin on 17 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 28 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 24 Mei, 2013 in Slide, Tempat Eksotik di Nusantara<br />no comments
“Kita Belum Hidup Dalam Sinar Bulan Purnama, Kita Masih Hidup di Masa Pancaroba, Tetaplah Bersemangat Elang Rajawali“
Soekarno - Pidato HUT Proklamasi, 1949
23
Jun

Dian Pramana Putra, Deddi Dhukun, Bagus AA, K3S, O ya..

20130623-205517.jpg

Share Button
22
Jun

Menyambut Sang Fajar di Suramadu

20130622-220455.jpg

Share Button
16
Jun

Piringan Hitam “Bengawan Solo” berbahasa Jepang dittd Gesang

20130616-135950.jpg

Trimakasih mas Iwan Yogyakarta, trimakasih juga untuk secangkir teh manis dengan alunan radio tabung, menikmati suasana Yogya..

Share Button
12
Jun

Pemukiman suku Bajo, di Muna, Sulawesi Tenggara

20130613-080747.jpg

Share Button
8
Jun

Menikmati Bengawan Solo dinyanyikan Bing Slamet dan legenda Sam Saimun dalam lagu Seruanku

20130608-004746.jpg

Share Button
6
Jun

6 Juni ultah ibuku tersayang

Di usia ke 60 tahun, ibuku masih terbaring di RS. Cepat sembuh ya Mih.. Doa ananda selalu untukmu..

20130606-234258.jpg

Share Button
6
Jun

Jalan Surabaya Manjakan Para Kolektor

Minggu pagi di jalan Surabaya, tepat di hari libur saya menyempatkan diri hunting barang-barang antik dan langka. Mulai dari radio jadul tahun 1800an, telepon kabel jaman Belanda masih bercokol di Indonesia, tas dan sepatu branded second juga dijual, termasuk favorit saya piringan hitam atau vinyl / long playing [lp]. Tidak jarang saya juga menemui bule-bule atau turis mancanegara yang menikmati barang-barang langka yang dijajakan para penjual. Yang mengherankan, bule-bule tersebut menyukai lagu-lagu Indonesia. Terus terang saya sendiri lebih banyak mengkoleksi lagu-lagu Indonesia yang kisaran harganya Rp.20.000 hingga Rp. 200.000 per keping, tak jarang saya juga sering menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan para penjual, atau minum kopi dan makan bakso bersama.

Pada kesempatan lain, saya terkadang mengajak istri saya yang kebetulan juga penggemar piringan hitam terutama lagu “biarlah sendiri” dari Edi Silitonga. Nah, jika Anda pecinta album-album legendaris, di sinilah tempatnya, dari album tahun 1970 sampai 1990an ada di tempat ini. Tak lupa, ada juga ada alat untuk memutar piringan hitam (Gramophone). Barang yang sering saya beli

Jalan Surabaya terletak ditengah kawasan mewah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi tempat pertama ketika kolektor piringan hitam mencari lagu-lagu tempo dulu yang dikemas dalam piringan hitam, seperti lagu milik Benyamin S, The Beatles dan Rhoma Irama masih banyak yang dijual di toko ini.

Bukan itu saja, jalan sepanjang 500 meter ini ramai dengan kios-kios yang menjajakan barang antik, seperti porselen, keramik, patung kayu, wayang, topeng, peralatan makan dari kuningan, cendera mata, senjata tradisional antik, pajangan logam, ornamen-ornamen kuno, lampu antik, sampai alat-alat kapal laut.

Foto ini saya ambil ketika saya sedang Hunting piringan hitam untuk menambah koleksi saya. Nampak mang Ebort dan Husain sedang memamerkan barang dagangannya. Ada juga pak haji yang lebih banyak menjual alat pemutar piringan hitam. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke lokasi ini, tidak perlu khawatir karena tempat ini sangat nyaman dan aman karena tempat ini terlindungi oleh pohon-pohon rindang dan memberikan kesejukan sehingga jika Anda ke tempat ini jangan khawatir dengan cuaca.

20130411-121012.jpg

20130411-122702.jpg

20130411-123347.jpg

Share Button
2
Jun

Senja di atas Kota Jakarta

20130602-184835.jpg

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2017 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi