• by Admin on 17 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 28 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 24 Mei, 2013 in Slide, Tempat Eksotik di Nusantara<br />no comments
“Kita Belum Hidup Dalam Sinar Bulan Purnama, Kita Masih Hidup di Masa Pancaroba, Tetaplah Bersemangat Elang Rajawali“
Soekarno - Pidato HUT Proklamasi, 1949
13
Jul

Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar sesudah dewasa, bagai mengukir di atas air.

20130713-020919.jpg

Share Button
13
Jul

Menyambut Ramadhan dengan lagu Qosidahan bersama Koes Plus

20130713-002012.jpg

Share Button
11
Jul

Dian Pramana Putra, Kau Seputih Melati

20130711-134941.jpg

Share Button
10
Jul

Senja di pantai Sorong, Papua Barat

20130710-220823.jpg

Share Button
10
Jul

Sahur.. Sahur..

Obrog-obrog adalah sebutan untuk sekumpulan kelompok yang bertugas membangunkan orang tidur untuk segera menyiapkan makanan Sahur. Sebutan ini lazim digunakan terutama bagi masyarakat di jalur pantura Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu dan daerah lainnya. Biasanya mereka menggunakan tetabuhan seperti bedug, kaleng bekas biskuit, tidak jarang juga menggunakan alat musik keliling lengkap. Di sebagian tempat disertai juga dengan pawai anak-anak kecil yang membawa obor sebagai tanda dari penyambutan bulan suci Ramadan.

Fenomena obrog ini sangat menarik untuk ditelisik, sebagai sebuah seni tradisi yang ada hanya pada bulan Ramadan. Juga pada perubahan media alat musik yang digunakan. Dulu, Obrog menggunakan alat-alat tradisional namun sekarang tidak jarang kita temui menggunkan alat musik modern, semisal gitar, bass dan peralatan pendukung lainnya.

Sebenarnya darimana istilah Obrog berasal? Nama obrog berasal dari bunyi alat musik yang sering dipakai, semacam kendang. Tidak diketahui dengan pasti kapan kesenian ini tercipta. Selama sebulan penuh, rombongan musik obrog berkeliling dari gang ke gang, bahkan dari desa ke desa guna membangunkan warga untuk segera begegas makan sahur. Mereka menyusuri desa-desa dengan memainkan alat-alat musik dan bernyanyi pagi-pagi buta. Biasanya beraksi mulai pukul 2 atau 3 dini hari.

20130710-015636.jpg

Share Button
8
Jul

Menteri Hobi Makan di Pinggir Jalan

INILAH.COM, Jakarta – Tak mesti pejabat negara selalu makan di tempat mewah. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini salah satu pejabat negara yang hobi makan di pinggir jalan.

Kebiasaan makan di pinggir jalan ternyata menjadi hobi menteri paling muda di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ini. Ia cukup fasih menyebut tempat-tempat yang memiliki rasa enak. “Lebih maknyus makan di warung pinggiran jalan,” ujar Helmy kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Saat ditanya tempat-tempat favorit yang kerap dikunjungi, Helmy menyebut dengan runtut tempat warung pinggir jalan di berbagai daerah. “Kalau di Jakarta, ada warung Seafood di Bendungan Hilir Jakarta,” sebut Hilmy.

Di daerah lain Helmy juga memiliki tempat favorit. Seperti di Bangkalan Madura, warung Bebek Sinjai menjadi tempat andalannya saat berkunjung ke Pulau Garam. “Kalau di Surabaya, ada bebek Ibu Samsuddin Jalan Dharmawangsa (sebelah UFO) mankyus,” puji Helmy yang memang memiliki hobi wisata kuliner ini.

Continue reading “Menteri Hobi Makan di Pinggir Jalan” »

Share Button
7
Jul

Marhaban Ya Romadlon..

20130707-204633.jpg
Memasuki Ya Romadlon.. Semoga di bulan suci romadlon tahun 2013 ini, bertambah kemuliaan dan keberkahan hidup

Share Button
4
Jul

Lokananta, Awal Dari Sebuah Cerita

Memasuki liburan akhir pekan, tentu banyak rencana yang disusun. Ada yang memilih pergi ke negeri seberang, tapi tak sedikit yang mengisi akhir pekannya dengan berwisata sejarah. Paket perjalanan pergi ke Candi yang sangat terkenal, Borobudur, adalah yang paling banyak diminati. Di antara turis domestik ini tak sedikit pula yang menyempatkan untuk singgah melewati kota budaya, Solo.

Solo terkenal dengan keramahan dan kesantunan masyarakatnya. Mengitari kota Solo adalah pengalaman yang mengasyikkan, kita bisa meliht keraton yang masih berdiri anggun nan berwibawa. Bagi kaum Hawa, biasanya tak menyianyiakan untuk pergi berbelanja ke pasar Klewer. Selain banyak motif dari batik dan bahan pakaian yang khas Solo, harga yang ditawarkan juga reltif lebih murah jika dibanding dengan kota lainnya.

Nah, bagaimana dengan para penggemar LP records alias piringan hitam? Tak lengkap rasanya jika para kolektor PH tidak coba menyempatkan singgah di kota Solo, karena disinilah untuk pertamakali perusahan atau pabrik piringan hitam didirikan di Indonesia, Lokananta.

Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Sejak berdirinya, Lokananta mempunyai dua tugas besar, yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian cassette audio. Mulai tahun 1958, piringan hitam mulai dicoba untuk dipasarkan kepada umum melalui RRI dan diberi label Lokananta yang kurang lebih berarti “Gamelan di Kahyangan yang berbunyi tanpa penabuh”.

Continue reading “Lokananta, Awal Dari Sebuah Cerita” »

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2017 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi