Category Archives: Berita

5
Agu

HF Melepas Rombongan Mudik Berkah Bersama PKB

20130805-031119.jpg

20130805-031147.jpg

20130805-031218.jpg

Share Button
4
Agu

Sahur bareng 2 D (Dian PP, Dedi Dhukun), favoritku waktu masih SMA dulu..

20130804-020830.jpg

20130804-020916.jpg

20130804-020942.jpg

Share Button
8
Jul

Menteri Hobi Makan di Pinggir Jalan

INILAH.COM, Jakarta – Tak mesti pejabat negara selalu makan di tempat mewah. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini salah satu pejabat negara yang hobi makan di pinggir jalan.

Kebiasaan makan di pinggir jalan ternyata menjadi hobi menteri paling muda di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ini. Ia cukup fasih menyebut tempat-tempat yang memiliki rasa enak. “Lebih maknyus makan di warung pinggiran jalan,” ujar Helmy kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Saat ditanya tempat-tempat favorit yang kerap dikunjungi, Helmy menyebut dengan runtut tempat warung pinggir jalan di berbagai daerah. “Kalau di Jakarta, ada warung Seafood di Bendungan Hilir Jakarta,” sebut Hilmy.

Di daerah lain Helmy juga memiliki tempat favorit. Seperti di Bangkalan Madura, warung Bebek Sinjai menjadi tempat andalannya saat berkunjung ke Pulau Garam. “Kalau di Surabaya, ada bebek Ibu Samsuddin Jalan Dharmawangsa (sebelah UFO) mankyus,” puji Helmy yang memang memiliki hobi wisata kuliner ini.

Continue reading “Menteri Hobi Makan di Pinggir Jalan” »

Share Button
7
Jul

Marhaban Ya Romadlon..

20130707-204633.jpg
Memasuki Ya Romadlon.. Semoga di bulan suci romadlon tahun 2013 ini, bertambah kemuliaan dan keberkahan hidup

Share Button
4
Jul

Lokananta, Awal Dari Sebuah Cerita

Memasuki liburan akhir pekan, tentu banyak rencana yang disusun. Ada yang memilih pergi ke negeri seberang, tapi tak sedikit yang mengisi akhir pekannya dengan berwisata sejarah. Paket perjalanan pergi ke Candi yang sangat terkenal, Borobudur, adalah yang paling banyak diminati. Di antara turis domestik ini tak sedikit pula yang menyempatkan untuk singgah melewati kota budaya, Solo.

Solo terkenal dengan keramahan dan kesantunan masyarakatnya. Mengitari kota Solo adalah pengalaman yang mengasyikkan, kita bisa meliht keraton yang masih berdiri anggun nan berwibawa. Bagi kaum Hawa, biasanya tak menyianyiakan untuk pergi berbelanja ke pasar Klewer. Selain banyak motif dari batik dan bahan pakaian yang khas Solo, harga yang ditawarkan juga reltif lebih murah jika dibanding dengan kota lainnya.

Nah, bagaimana dengan para penggemar LP records alias piringan hitam? Tak lengkap rasanya jika para kolektor PH tidak coba menyempatkan singgah di kota Solo, karena disinilah untuk pertamakali perusahan atau pabrik piringan hitam didirikan di Indonesia, Lokananta.

Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Sejak berdirinya, Lokananta mempunyai dua tugas besar, yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian cassette audio. Mulai tahun 1958, piringan hitam mulai dicoba untuk dipasarkan kepada umum melalui RRI dan diberi label Lokananta yang kurang lebih berarti “Gamelan di Kahyangan yang berbunyi tanpa penabuh”.

Continue reading “Lokananta, Awal Dari Sebuah Cerita” »

Share Button
6
Jun

6 Juni ultah ibuku tersayang

Di usia ke 60 tahun, ibuku masih terbaring di RS. Cepat sembuh ya Mih.. Doa ananda selalu untukmu..

20130606-234258.jpg

Share Button
6
Jun

Jalan Surabaya Manjakan Para Kolektor

Minggu pagi di jalan Surabaya, tepat di hari libur saya menyempatkan diri hunting barang-barang antik dan langka. Mulai dari radio jadul tahun 1800an, telepon kabel jaman Belanda masih bercokol di Indonesia, tas dan sepatu branded second juga dijual, termasuk favorit saya piringan hitam atau vinyl / long playing [lp]. Tidak jarang saya juga menemui bule-bule atau turis mancanegara yang menikmati barang-barang langka yang dijajakan para penjual. Yang mengherankan, bule-bule tersebut menyukai lagu-lagu Indonesia. Terus terang saya sendiri lebih banyak mengkoleksi lagu-lagu Indonesia yang kisaran harganya Rp.20.000 hingga Rp. 200.000 per keping, tak jarang saya juga sering menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan para penjual, atau minum kopi dan makan bakso bersama.

Pada kesempatan lain, saya terkadang mengajak istri saya yang kebetulan juga penggemar piringan hitam terutama lagu “biarlah sendiri” dari Edi Silitonga. Nah, jika Anda pecinta album-album legendaris, di sinilah tempatnya, dari album tahun 1970 sampai 1990an ada di tempat ini. Tak lupa, ada juga ada alat untuk memutar piringan hitam (Gramophone). Barang yang sering saya beli

Jalan Surabaya terletak ditengah kawasan mewah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi tempat pertama ketika kolektor piringan hitam mencari lagu-lagu tempo dulu yang dikemas dalam piringan hitam, seperti lagu milik Benyamin S, The Beatles dan Rhoma Irama masih banyak yang dijual di toko ini.

Bukan itu saja, jalan sepanjang 500 meter ini ramai dengan kios-kios yang menjajakan barang antik, seperti porselen, keramik, patung kayu, wayang, topeng, peralatan makan dari kuningan, cendera mata, senjata tradisional antik, pajangan logam, ornamen-ornamen kuno, lampu antik, sampai alat-alat kapal laut.

Foto ini saya ambil ketika saya sedang Hunting piringan hitam untuk menambah koleksi saya. Nampak mang Ebort dan Husain sedang memamerkan barang dagangannya. Ada juga pak haji yang lebih banyak menjual alat pemutar piringan hitam. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke lokasi ini, tidak perlu khawatir karena tempat ini sangat nyaman dan aman karena tempat ini terlindungi oleh pohon-pohon rindang dan memberikan kesejukan sehingga jika Anda ke tempat ini jangan khawatir dengan cuaca.

20130411-121012.jpg

20130411-122702.jpg

20130411-123347.jpg

Share Button
31
Mei

Ahmad Dhani ajak generasi muda tonton Film Sang Kiai

20130531-002206.jpg

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2018 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi