28
Mei

Kesejahteran Petani Daerah Tertinggal Menjadi Perhatian FAO

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini menerima kunjungan Direktur Jenderal Food And Agriculture (FAO) PBB Jose Graziano da Silva di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (27/5). Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Menteri PDT mengunjungi markas FAO di Roma, Italia 7 Mei lalu.Dalam kunjungan ini, Jose Graziano da Silva dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini melakukan pertemuan tertutup dan membahas beberapa permasalahan menyangkut pembangunan daerah tertinggal di Indonesia.

Menteri PDT Helmy Faishal Zaini menjelaskan, banyak permasalahan penting yang dihadapi daerah tertinggal di Indonesia yang membutuhkan uluran tangan FAO. Menurutnya, banyak petani yang harus mendapatkan banyak support untuk mengembangkan hasil pertanian mereka. “Di daerah tertinggal itu banyak hasil pertanian, yang jika dikelola dan di-support dengan lebih baik, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah tertinggal,” terangnya.

Untuk itu, Kementerian PDT meminta kepada Dirjen FAO agar memberikan masukan-masukan penting yang bisa mensejahterakan pertanian di daerah tertinggal di Indonesia. Menteri PDT Helmy Faishal yakin jika FAO ikut berperan aktif dalam membantu kemajuan pertanian di daerah tertinggal maka kemajuan daerah tertinggal akan semakin cepat. “Penting untuk memberikan perhatian kepada masyarakat petani di daerah tertinggal di Indonesia. Sebab, komoditas tanaman yang ada di daerah tertinggal itu sangat banyak dan sangat menjanjikan,” ucapnya.

Karena itu, Menteri berharap, pertemuan yang dilakukan dengan Dirjen FAO ini bisa menghasilkan banyak jalinan kerja sama yang bisa bermanfaat bagi kemakmuran petani di daerah tertinggal. “Jika para petani itu makmur dan tersejahterakan, maka Indonesia akan semakin maju dan sejahtera. Intinya, sejahterakan petani sejahteralah Indonesia,” pungkasnya.

Berkaitan dengan upaya tersebut, FAO akan memberikan penghargaan kepada Indonesia atas keberhasilannya menurunkan angka kekurangan gizi. Penghargaan tersebut akan diserahkan di Roma, Italia, pada 16 Juni mendatang. Ini merupakan kesuksesan pemerintah Indonesia dalam mengurangi angka kekurangan gizi, dari sekitar 20 persen dari total jumlah penduduk pada dekade 1990-an menjadi 8,6 persen pada 2012.

Keberhasilan ini dinilai FAO, Indonesia telah berhasil meraih Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDG’s) pertama, yang disebut ‘Penghargaan FAO untuk Kemajuan yang Luar Biasa dalam Mengatasi Kelaparan dan Kekurangan Pangan’ atau “FAO Award for Outstanding Progress in Fighting Hunger and Undernourishment 2013”.

Tanggal 16 Juni adalah bertepatan dengan sesi Konferensi ke-38 FAO di Roma, Italia. Bagi Indonesia, ini merupakan penghargaan kedua dari FAO setelah penghargaan yang diterima pada pada 21 Juli 1986 untuk swasembada pangan.

Sumber: http://www.kemenegpdt.go.id/berita/1252/kesejahteran-petani-daerah-tertinggal-menjadi-perhatian-fao

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2017 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi