• by Admin on 17 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 28 Desember, 2013 in Berita, Slide<br />no comments
  • by Admin on 24 Mei, 2013 in Slide, Tempat Eksotik di Nusantara<br />no comments
“Kita Belum Hidup Dalam Sinar Bulan Purnama, Kita Masih Hidup di Masa Pancaroba, Tetaplah Bersemangat Elang Rajawali“
Soekarno - Pidato HUT Proklamasi, 1949
8
Jun

Piringan Hitam Farid-Gito “Permata Hitam”

Farid gito

Lagu Permata Hitam adalah salah satu hits besar milik Ikang Fawzy, yang ironisnya justru tidak ada didalam album solonya melainkan di album milik Neno Warisman. Tapi biar begitu, lagu ini melesat menjadi hits besar dan bahkan sempat dirilis ulang oleh beberapa penyanyi. Salah seorang penyanyi yang juga merekam lagu ini adalah Gito Rollies, yang notabene lebih senior dibandingkan Ikang. Sebagai senior, mau tidak mau Gito seperti dituntut untuk bisa membawakan lagu itu berbeda dari Ikang. Terlebih intepretasi Ikang atas lagu itu memang bisa dibilang prima. Untuk itu Gito mengakalinya dengan membawakan lagu itu dengan caranya sendiri. Bahkan pada salah satu koleksi piringan hitam yang saya miliki Gito Rollies berduet dengan Farid Hardja dan album ini di produksi oleh Sokha Record.

Side A:
1. Permata Hitam
2. Karmila 86
3. Sama Juga Bohong
4. 1…2…3
5. Ikan Laut
6. Telaga Saga Warna

Side B:
1. Sop Dihidangkan
2. Nona Mariana
3. Farid Dalam Cinta
4. Soal Harga Diri
5. Damdararam
6. Andaikan

Share Button
8
Jun

Piringan Hitam Orkestra Instrumental Idris Sadri

IMG_6180

Idris Sardi (lahir di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta), 7 Juni 1938 – meninggal di Cimanggis, Depok, 28 April 2014 pada umur 75 tahun) adalah seorang pemain biola Indonesia. Ia adalah anak dari pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta
Pada usia enam tahun, pertama kali mengenal biola. Pada umur sepuluh tahun ia sudah mendapat sambutan hangat pada pemunculannya yang pertama di Yogyakarta tahun 1949. Boleh dikatakan sebagai anak ajaib untuk biola di Indonesia, karena di usia muda sekali sudah lincah bermain biola.
Tahun 1952 Sekolah Musik Indonesia (SMIND) dibuka, dengan persyaratan menerima lulusan SMP atau yang sederajat. Pada tahun 1952, Idris Sardi baru berusia 14 tahun, sehingga ia belum lulus SMP, namun karena permainannya yang luar biasa ia bisa diterima sebagai siswa SMIND tersebut. Bersama temannya yang juga pemain biola, Suyono (almarhum) namun bukan anak ajaib, yang lebih tua 2 tahun merupakan dua orang siswa SMIND yang berbakat sekali.
Pada orkes slswa SMIND pimpinan Nicolai Varvolomejeff, tahun 1952 Indris yang masih memakai celana pendek dalam seharian duduk sebagai concert master pada usia 14 tahun, duduk bersanding dengan Suyono. Rata-rata siswa SMIND berusia di atas 16 tahun.
Guru biola Idris waktu di Yogyakarta (1952-1954) adalah George Setet, sedangkan pada waktu di Jakarta (setelah 1954) adalah Henri Tordasi. Kedua guru orang Hongaria ini telah mendidik banyak pemain biola di Indonesia (orang Hongaria adalah pemain biola unggul)
Piringan Hitam Orkestra Instrumental Idris Sadri dengan Lagu-lagu:

Side A:
1. Karmila
2. Mutiara Yang Hilang
3. I Will Wait For You

Side B:
1. Jangan Bersedih
2. Anju Au
3. Lembe-lembe

Produksi Bali Record

Share Button
8
Jun

Piringan Hitam Diambang Sore.. “Eddy Silitonga dan Lolyopop Group”

IMG_6186

Eddy Silitonga (lahir di Pematang Siantar, 17 November 1950; umur 63 tahun) adalah seorang penyanyi. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak ke empat dari 11 anak Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu Biarlah Sendiri ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harahap pada tahun 1976.
Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.
Kali ini saya memiliki koleksi Piringan Hitam yang di nyanyikan oleh Eddy Silitonga dan Lolypop Group, dengan lagu :
Side A:
1. Diambang Sore
2. Tak Pernah Kusangka
3. Kapankah Kembali
4. Hidup Bukan Sehari
Side B:
1. Karena Cinta
2. Azizah
3. Padamu Bintang
4. Berdoalah Selalu
5. Kembalilah Sayang

Produksi PT. Lolypop Records Jakarta

Share Button
8
Jun

Piringan Hitam “Orkes Moral Pancaran Sinar Patromak”

IMG_6178

Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (disingkat OM PSP) adalah grup musik dangdut humor asal Indonesia yang popular pada paruh akhir dekade 1970-an, terutama di kalangan mahasiswa. Grup musik ini seringkali tampil bersama-sama dengan Warkop pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an (misalnya Siksa Kubur atau Seia Sekata), mereka juga dikenal dari lagu-lagu yang diciptakan sendiri, sepertiFatime dan Drakula. OM PSP dapat dianggap pelopor dangdut humor, subgenre yang masih disukai hingga sekarang.
Para personel OM PSP diantaranya adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang berkampus di Rawamangun, Jakarta. OM PSP yang terdiri atas Ade Anwar, Monos, Omen, Rizali Indrakesumah, Dindin, Aditya, Andra Ramadan Muluk, James R Lapian serta bintang tamu Edwin Hudioro.
Koleksi Piringan Hitam yang saya miliki dengan isi lagu:
Side A :
1. Medley Pop Jaipongan (Hey Jude, Bila Kau Seorang Diri, Janganlah Bersedih “Don’t Let Me Down”, Kaulah Segalanya)
2. Medley Pop Music PSP (Hindun, Stambul Cha Cha, La Bamba, Wolly Bolly Saputanganku)
3. Hortikultura (Sayur Mayur)
Side B:
1. Medley Dangdut (Ogah Ah, Hitam Manis, Fatimah, Jauh-Jauh/Siksa Kubur)
2. Manusia dan Lingkungan
3. Medley Disco Dang Dut Pop Jaipongan (Get Down On It, Mengapakah, Sudah jangan dipikir lagi, Berjoget, Solo Flute, Sampai Jumpa Lagi)

Share Button
8
Jun

Piringan Hitam Oslan Husein “Tahu Tempe”

IMG_6176

Oslan Husein (lahir di Padang, Sumatera Barat, 8 April 1931 – meninggal di Jakarta, 16 Agustus 1972 pada umur 41 tahun) , terkenal dengan sebutan Oslan, adalah seorang penyanyi dan aktor Indonesia. Pada era 50-an Oslan terkenal karena menyanyikan lagu-lagu berbahasa Minang. Di antara lagu yang sangat populer dibawakannya adalah “Kampuang Nan Jauh di Mato” dan lagu klasik Idul Fitri “Lebaran” (Selamat Hari Lebaran).
Salah satu koleksi piringan hitam karya Oslan Husein yang saya punya adalah album “Tahu Tempe” dengan Orkes Wijaya Kusuma dengan lagu-lagu diantaranya :

Side A :
1. Es Mambo
2. Lebaran
3. Anak Seniman
4. Tahu Tempe
5. Sepiring Nasi
6. Sorangan Wae

Side B :
1. Oh Mama
2. Sandang Pangan
3. Anakku Lekaslah Dewasa
4. Singkong Rebus
5. Nasi Djagung
6. Bis Kota

Producer : The Indonesian Music Company Irama LTD

Share Button
13
Mei

Indahnya memandang Gunung Agung Bali dari pulau Lombok

20140513-063824.jpg

Share Button
28
Des

Helmy Faishal Buka Akses Perkebunan Pala

TAPAKTUAN, ACEH SELATAN – Bersamaan dengan puncak peringatan hari jadi (HUT) ke-68 Kabupaten Aceh Selatan, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini melakukan peresmian jembatan dan jalan di daerah Tapaktuan, Sabtu (28/12). Jalan sepanjang 1.4 KM yang diresmikan merupakan bantuan Kementerian PDT melalui program bedah desa.

Jembatan dan jalan sepanjang 1,4 KM yang dibangun adalah bagian dari upaya pengembangan kawasan perdesaan terpadu, terutama untuk mendukung usaha daerah tertinggal lepas dari ketertinggalan.
“Semoga bantuin ini mempermudah akses dan meningkatan produksi petani pala mendekati pendapatan per Kapita nasional” terang Helmy

Sementara, Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH, mengatakan, bantuan-bantuan Kementerian PDT ini sangat bermanfaat secara langsung bagi perkembangan sektor pertanian masyarakat. “Kami sangat mengharapkan dukungan dan perhatian kementerian PDT agar terlepas dari status daerah tertinggal” terangnya.

Continue reading “Helmy Faishal Buka Akses Perkebunan Pala” »

Share Button
17
Des

Helmy Faishal Luncurkan Program Gerbang Gatra di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua

Mamberamo, Papua - Terjawab sudah mengapa Menteri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini sangat concern terhadap program pro rakyat di Provinsi Papua. Dia rupanya ingin segera memajukan Papua.

Selasa (17/12), dia rela terbang selama 12 jam ke Papua khusus untuk meluncurkan Program Gerakan Membangun Keluarga Sejahtera (Gerbang Gatra) di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Tak hanya itu, selama tiga hari salah satu kader terbaik Partai Kebangkitan Bangsa itu juga memberikan dana bantuan sebesar Rp12,3 miliar untuk mendukung Gerbang Gatra.

Ya, rupanya, sang menteri sangat sreg dengan program pro rakyat itu. Maklum, inovasi program yang digagas Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw dan wakilnya itu sangat menyentuh rakyat kecil. Ada dana Rp10 juta per tahun yang digelontorkan untuk 4.000-an keluarga yang tersebar di 59 kampung yang telah menikmati dana ini. Dan semuanya, ditujukan untuk memperbaiki taraf kesehatan, pendidikan dan infrastruktur Mamberamo Raya.

Continue reading “Helmy Faishal Luncurkan Program Gerbang Gatra di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua” »

Share Button
Search:
Twitter Update
Statistik Pengunjung
Flag Counter
© Copyright 2012-2014 Catatan Harian Helmy Faishal. All rights reserved. Powered by Rumah Kreasi